2026-07-03
Apakah Wajah Akan Cekung Jika Disuntik Hyaluronidase? Mitos dan Fakta Hyaluronidase Berdasarkan Jurnal Medis
Mengungkap mitos dan fakta tentang Hyaluronidase. Jurnal medis membuktikan bahwa obat ini aman dan tidak merusak asam hialuronat alami secara permanen.

Setelah prosedur filler, ‘Sepertinya ini agak berlebihan’
‘Terasa menggumpal’ ‘Sepertinya lebih bagus yang dulu’
Dalam situasi seperti ini, obat yang paling sering disebut adalah **Hyaluronidase**
itu sendiri.
Namun, saat melakukan konsultasi,
saya sering mendengar kekhawatiran seperti ini dari para pasien.
‘Katanya kalau disuntik Hyaluronidase, wajah bisa jadi cekung?’ ‘Katanya obat itu melarutkan semua asam hialuronat alami sampai merusak kulit?’
Faktanya, jika melihat internet, komunitas, dan ulasan,
tidak sedikit ketakutan berlebihan yang muncul mengenai Hyaluronidase.
Oleh karena itu, hari ini, bukan berdasarkan perasaan atau pengalaman, melainkan berdasarkan jurnal medis,
saya akan merangkum obat seperti apa Hyaluronidase itu.
Hyaluronidase Caveats in Treating Filler Complications
Landau, Marina MD
Dermatologic Surgery 41():p S347-S353, December 2015. | DOI: 10.1097/DSS.0000000000000555
Menurut jurnal ulasan oleh Landau dkk.,
Hyaluronidase adalah pengobatan paling efektif untuk komplikasi filler asam hialuronat,
dan tidak ada bukti klinis yang dilaporkan bahwa obat ini merusak asam hialuronat pada jaringan kulit alami secara permanen.
✅ 1. Hyaluronidase adalah obat esensial untuk mengobati komplikasi filler

Akibat filler asam hialuronat seperti
Penyumbatan pembuluh darah
Risiko nekrosis kulit
Volume berlebihan, asimetris, dan menggumpal
Dalam situasi komplikasi seperti ini, Hyaluronidase adalah metode pengobatan yang paling efektif dan cepat.
👉 Jurnal tersebut menyatakan bahwa saat ini tidak ada metode yang dapat menggantikan Hyaluronidase dalam mengobati komplikasi filler.
✅ 2. Tidak ada bukti bahwa Hyaluronidase merusak ‘asam hialuronat kulit alami’ secara permanen
Jurnal tersebut memperjelas hal-hal berikut:
Tidak ada bukti ilmiah bahwa Hyaluronidase secara permanen menghancurkan asam hialuronat (native HA) yang ada di jaringan kulit alami, atau
mempercepat penuaan kulit, atau
menyebabkan penurunan kualitas kulit dalam jangka panjang.
👉 Mengenai kekhawatiran sebagian orang
tentang klaim ‘wajah akan cekung dan kulit rusak jika disuntik Hyaluronidase,’
disimpulkan bahwa tidak ada bukti klinis maupun ilmiah yang mendukung hal tersebut.
✅ 3. Efek Hyaluronidase bersifat lokal dan sementara
Hyaluronidase hanya bekerja di sekitar area yang disuntikkan
Aktivitas enzimnya menurun dalam waktu singkat
Asam hialuronat dalam tubuh adalah zat yang terus disintesis dan diregenerasi
Oleh karena itu, meskipun ada HA alami yang terurai sementara akibat Hyaluronidase,
👉 dijelaskan bahwa zat tersebut akan pulih dengan cepat secara fisiologis.
✅ 4. Masalahnya bukan pada ‘Hyaluronidase itu sendiri,’ melainkan cara penggunaannya
Penulis merangkum risiko Hyaluronidase sebagai berikut:
❌ Bukan karena Hyaluronidase berbahaya,
⚠️ melainkan dosis yang sembarangan, pemahaman anatomi yang tidak akurat, dan penggunaan berulang yang tidak perlu yang menjadi masalah.
Dengan kata lain,
jika indikasinya jelas,
didasarkan pada pemahaman anatomi,
dan hanya digunakan sebanyak yang diperlukan pada area yang tepat,
👉 disimpulkan bahwa Hyaluronidase adalah alat yang aman dan sangat berguna.
✅ 5. Menunda pengobatan karena takut pada Hyaluronidase justru lebih berbahaya
Terutama dalam situasi komplikasi pembuluh darah,
ragu-ragu menggunakan Hyaluronidase atau
menunda pemberiannya karena terlalu khawatir akan kerusakan HA alami,
👉 diperingatkan justru dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan dan jaringan parut.
🧠 Ringkasan satu kalimat dari kesimpulan jurnal
Hyaluronidase adalah obat esensial dalam mengobati komplikasi filler asam hialuronat, dan tidak ada bukti bahwa obat ini merusak asam hialuronat kulit alami secara permanen. Yang berbahaya bukanlah Hyaluronidase, melainkan penggunaannya yang salah.